Tur pramusim Manchester United (MU) di Jakarta diperkirakan menelan biaya tidak kurang dari Rp. 40 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk match fee, promosi, serta set up pertandingan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bidang Bisnis dan Marketing PSSI Herman Chaniago.
Semua pasti tahu nilai jual MU sangat tinggi. Kami harus membayar match fee yang mencapai sebelas digit. Angka tersebut sangat besar bila dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan Belanda atau tim lainnya. MU juga datang full team,” jelas Herman.
Harga tiket VVIP mencapai Rp. 2,5 juta dengan jumlah hanya 500 lembar. Tiket termurah dijual dengan harga Rp. 100 ribu, dengan total tiket yang dijual berjumlah 65 ribu lembar.
Gelora Bung Karno = Old Trafford
PSSI konon berencana “menyulap” tribun VVIP Gelora Bung Karno menjadi mirip seperti royal box Stadion Old Trafford, kandang Manchester United.
“Kami yakin investasi Rp40 miliar akan kembali mengingat tingginya animo masyarakat. Saat ini sudah banyak yang pesan tiket, meski akan dijual mulai pekan ketiga April,” ujar Herman.
Bukan untuk Timnas
Hanya saja, kedatangan MU ke Indonesia tersebut tidak akan banyak berarti bagi tim nasional Indonesia yang akan menghadapi Kuwait pada lanjutan kualifikasi Piala Asia 2011. Pasalnya, Ryan Giggs dkk hanya akan menghadapi Indonesia All Star yang dipilih masyarakat melalui SMS.
Pelatih timnas Benny Dollo mengakui, kebijakan tersebut hanya menguntungkan dari sisi bisnis, tapi tidak bagi timnas.
“Sekarang tinggal mau menekankan unsur bisnis atau mendahulukan kepentingan timnas. Pertandingan itu sangat bagus bagi pemain timnas, terutama buat menambah wawasan,” ujar mantan pelatih Arema itu.
Meski belum ada kejelasan mengenai ijin menggelar pertandingan dari kepolisian jelang akhir musim kompetisi Superliga 2008/09 karena bertepatan dengan masa kampanye pemilihan umum (Pemilu), PSSI mengklaim telah mengantongi ijin untuk pertandingan uji coba timnas Indonesia mengahadapi Manchester United (MU).
Cristiano Ronaldo dkk rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada 24 Juli 2009. Jawara Liga Inggris dan Liga Champions musim lalu itu hadir dalam rangkaian Tur Asia. Di Indonesia, MU akan berhadapan dengan timnas senior Indonesia.
“Salah satu agenda pembicaraan kami dengan pihak Mabes Polri adalah menyangkut kedatangan MU. Polri memberikan tanggapan serius. Bahkan surat izin laga ujicoba dengan MU tersebut sudah ada di tangan kami,” kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada Goal.
Ditambahkannya, dengan keluarnya surat izin tersebut, maka pertandingan yang tentunya sangat ditunggu-tunggu penggemar sepakbola di tanah air, tinggal menunggu pelaksanaannya saja.
“Sangat diharapkan kedatangan MU bisa membawa dampak yang baik bagi Indonesia. Tentunya, citra Indonesia ikut dipertaruhkan. Karena itu, polisi menyatakan sangat mendukung kedatangan tim elit asal Inggris tersebut,” pungkas Nugraha.
Pada Kamis 22 Januari 2009 lalu, wakil Promotor Tur Asia Manchester United (MU) bahkan sudah menginspeksi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Di akhir kunjungan, CEO Pro Events, Julian Kam, menyebut kondisi SUGBK cukup mengagumkan. Artinya, stadioan kebanggan Indonesia itu layak untuk menggelar duel Indonesia vs MU
Beberapa hari sebelum pertandingan Arema vs Persipura, Aremania yang sedang mendapatkan sanksi dari PSSI, dibuat guncang oleh oknum yang mengatas namakan Aremania, dengan meminta ampunan kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.
Hal ini menjadi perdebatan serius diantara Aremania sendiri, ada yang mendukung dan ada yang mati-matian menolak dengan membuat pernyataan sikap secara tertulis dan ditanda tangani oleh Aremania di Malang Raya, yangintinya menolah pengampunan Aremania.
Dukungan Aremania terhadap Arema bukan hanya pada kebesaran atribut, tapi sudah melekat pada hati nurani masing-masing, dan itu sudah dibuktikan oleh Aremania sendiri selama satu tahun lebih mendukung Arema dengan atribut yang berbeda, karena Aremania terkenal dengan suporter yang mempunyai kreatifitas yang tinggi dalam mendukung tim kebanggaannya
Namun hal tersebut di atas menunjukkan bahwa sebelum pertandingan melawan Persipura, sebenarnya Aremania sendiri sudah terpecah. Setelah muncul masalah Aremania, tubuh internal tim Singo Edan kembali diguncang dengan tidak bisa dimainkannya tiga pemain asing yang baru dikontrak oleh Arema pada jeda transfer bulan kemarin, dikarenakan belum mendapat pengesahan dari BLI, ditambah lagi beberapa pemain inti tidak bisa dimainkan oleh pelatih Gusnul Yakin karena akumulasi kartu.
Lengkap sudah penderitaan Singoku, dengan hanya bermodalkan pemain yang rata-rata masih muda, tidak bisa menandingi keperkasaan Persipura yang dihuni oleh pemain-pemain yang sangat berkualitas.
Sebelum pertandingan dimulai banyak nawak-nawak di milis sudah memprediksi bahwa pertandingan ini tidak imbang. Tapi nawak-nawak dengan semangat tinggi masih optimis bisa mengimbangi permainan Persipura.
Ternyata tim kebanggaanku Arema kalah di kandang dengan skor telak 0-5. Sedih, menangis, loyo, menggerutu, mau marah, kesel, semua pasti merasakan. Tapi ayas harap hal ini tidak berlarut-larut
Setelah mengalami kekalahan yang cukup telak, tampaknya menjadi perdebatan diantara para Aremania, ada yang menyalahkan pemain, dan tidak sedikit yang menyalahkan pelatih. Saat ini kompetisi sedang bergulir, tidak ada gunanya saling menyalahkan, semua harus berlapang dada dengan kegagalan kali ini.
Dengan kekalahan ini semoga menjadi pekerjaan rumah buat semua komponen, pemain, pelatih, maanjemen, dan suporter (Aremania), untuk tetep semangat memperbaiki keadaan. Jangan sampai kita terpuruk ke dalam keadaan yang lebih parah lagi.
Menurut ayas saat ini yang perlu dilakukan adalah lupakan perbedaan dulu, serahkan kepada kapasitasnya masing-masing,
Pemain sebagai ujung tombak kekuatan dan keperkasaan Singo Edan, tunjukkan semangatmu, tunjukkan loyalitasmua sebagai punggawa Arema. Arema adalah salah satu tim besar di Indonesia, permainanmu selalu diperhatikan oleh siapa pun.
Pelatih, ayo bekerja lebih keras lagi untuk memberikan kemenangan berikan strategi yang bagus, tempatkan pemain-pemain yang memang spesialis pada posisi masing-masing, jangan coba-coba pemain.
Manajemen dan sponsor, Arema adalah ikon Malang Raya, jadi jangan pernah merasa rugi dengan investasi untuk Arema, sedikit loyal belanja pemain, tentunya sesuai porsi dan budget. Apapun yang anda lakukan, yang sifatnya positif untuk kebaikan Arema tentunya akan mendapatkan doa dari seluruh Aremania karena telah memberikan yang terbaik untuk Arema. Doa ini akan sangat berpengaruh dalam usaha mencapai tujuan yang baik.
Aremania, satukan tekad lupakan perbedaan, kalo memang Arema ada di dalam hati kita semua, jangan mau dijadikan onjek oleh oknum-oknum yang memanfaatkan nama besar Aremania untuk kepentingan yang semu. Jiwa Ongis Nade bukan pada atribut tapi mutlak pada hati masing-masing
Dengan sisa pertandingan yang hanya beberapa kali untuk musim kompetisi periode ini, semua komponen mengetahui kapasitasnya masing-masing, dan semoga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk mendapatkan hasil akhir yang maksimal dan memuaskan.
Ayo Singaku jangan pernah menyerah, kami tidak pernah menyurutkan langkah dan hatiku untuk terus mendukungmu. Ayo nawak-nawak kita berikan dukungan sebagai bentuk solidaritas dan fanatisme kita kepada Arema. Semoga jalan terjal Singa kita bisa dilalui dengan baik, untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Salam satu jiwa, Arema.
Kepolisian tidak mengeluarkan ijin pertandingan karena bersamaan Pemilu legislatif…
Imbas jadwal kampanye Pemilu legislatif dirasakan oleh Arema Malang. Karena tidak mendapat ijin keamanan dari Polwil Malang, pertandingan antara Arema Malang menjamu Persija Jakarta pada 23 Maret mendatang di Stadion Kanjuruhan harus mengalami penundaan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabagops Polwil Malang, Kompol Ikhsan kepada pers Jumat (6/3) siang di Mapolres Malang. Menurutnya, pihak keamanan tidak bisa memberikan ijin penyelenggaraan pertadingan mengingat tanggal 23 Maret masih dalam masa kampanye.
Kampanye di wilayah Kabupaten Malang akan diikuti 21 partai politik. Dua per tiga kekuatan Polres Malang akan dikerahkan untuk pengamanan kampanye terbuka tersebut, sementara sisanya berada di markas, Samsat, pengurusan SIM, dan patroli.
Kompol Ikhsan menyarankan pertandingan antara Arema vs Persija ditunda hingga selesainya Pemilu legislatif pada bulan April nanti. Keputusan penundaan pertandingan ini telah disepakati bersama antara Polwil Malang, Polres, dan Panpel Arema.
Manajemen Arema menyatakan pihaknya dapat memahami situasi tersebut dan bersedia menunda pertandingan demi kepentingan yang berskala lebih besar.
Hasil keputusan berupa surat dari kepolisian sudah dikirim langsung ke Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI), dimana nantinya BLI akan menentukan jadwal pertandingan tunda antara Arema menghadapi Persija Jakarta. (rcm/Ongisnade/Zul)
foto: Pemain-pemain Arema saat berlatih di Stadion Gajayana, harus menunggu jadwal tunda menghadapi Persija.
